Kumpulan Teori Komunikasi

Isi : Menurut Carl I Hovland yang dikutip oleh Onong Uchyana Efendy, komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegas asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap.

Sumber kepustakaan : Efendy, Onong Uchyana. 1984. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: Rosdakarya.
Hlm : 10

Isi : Selain itu menurut Hovland, Janis dan Kelley yang dikutip oleh Arni Muhammad, komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain.

Sumber kepustakaan : Muhammad, Arni. 2004. Komunikasi Organisasi. Jakarta : Bumi Aksara.

Hlm : 2

Isi : Selanjutnya Arni Muhammad membuat suatu definisi mengenai komunikasi yaitu pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara si pengirim pesan dan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku.

Sumber kepustakaan : Muhammad, Arni. 2004. Komunikasi Organisasi. Jakarta : Bumi Aksara.

Hlm : 4

Isi : Kemudian A.M Hoeta Soehoet mengemukakan komunikasi, yaitu: “suatu ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataan kepada manusia lain“.

Sumber kepustakaan : Soehoet, A.M Hoeta. 1994. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: IISIP Press.

Hlm : 7

Isi : Menurut Shannon dan Weaver yang dikutip oleh Cangara bahwa “komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak disengaja, tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.

Sumber kepustakaan : Cangara, Hafied. 2003. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Hlm : 20

Isi : Menurut Gerald R. Miller yang dikutip oleh Cangara bahwa “komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat yang disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.

Sumber kepustakaan : Cangara, Hafied. 2003. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Hlm : 20

Isi : Kata komunikasi atau communication dalam bahasa inggris berasal dari kata latin communis yang berarti “sama”, communico, comunicatio, comunicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah communis merupakan istilah yang sering disebut atas asal-asul kata komunikasi.

Sumber kepustakaan : Mulyana, Deddy. 2004. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Hlm : 41

Pokok masalah : Pengertian humas

Isi : Menurut Onong Uchyana Efendy mengemukakan bahwa Humas adalah sikap budi yang menyenangkan bagi organisasi di satu pihak dan publik lainnya. Untuk mencapainya harus dengan jalan komunikasi yang baik dan luas secara timbal balik antara keduanya.

Sumber kepustakaan : Efendy, Onong Uchyana. 1984. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: Rosdakarya.

Hlm : 13

Isi : Menurut J.C. Seidel yang dikutip oleh Soleh Soemirat bahwa “humas atau PR adalah proses yang kontinyu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill (kemauan baik) dan pengertian dari pelanggan, pegawai dan publik yang lebih luas dalam mengadakan analisis dan perbaikan diri sendiri, sedangkan keluar memberikan pernyataan-pernyataan.

Sumber kepustakaan : Ardianto, Elvinaro dan Soleh Soemirat. 2002. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Hlm : 12

Isi : F. Rachmadi menyebutkan bahwa humas atau PR adalah salah satu bidang ilmu komunikasi praktis, yaitu penerapan ilmu komunikasi pada suatu organisasi atau perusahaan dalam melaksanakan fungsi manajemen

Sumber kepustakaan : Rachmadi, F. 1994. Public Relations dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hlm : 6

Isi : Menurut Frank Jefkins, bahwa Public Relations adalah “sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian”.

Sumber kepustakaan : Jefkins Frank. 1992. Public Relations Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.

Hlm : 9

Isi : Menurut International Public Relations Association (IPRA): Public Relations adalah fungsi manajemen dari sikap budi pekerti yang direncanakan dan dijalankan secara kesinambungan, yang oleh organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga umum dan pribadi dipergunakan untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang ada sangkut pautnya dan yang diduga akan adanya kaitannya dengan cara memiliki opini publik mereka, dengan tujuan sedapat mungkin menghubungkan kebijaksanaan dan ketatalaksanaan, guna mencapai kerja sama yang lebih produktif dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan, yang berencana dan tersebar luas.

Sumber kepustakaan : Setyodamodjo, Soenarko. 2003. Public Relations. Surabaya: Papyrus.

Hlm : 19

Pokok masalah : Fungsi humas

Isi : Mengenai konsep fungsional PR, Scout M. Cutlip dan Allen Center memberikan penjelasan mengenai fungsi PR adalah sebagai berikut: a. Memudahkan dan menjamin arus opini yang bersifat mewakili dari publik-publik atau organisasi, sehingga kebijaksanaan beserta operasionalisasi organisasi dapat dipelihara keserasiannya dengan ragam kebutuhan dan pandangan publik-publik tersebut; b. Menasehati manajemen mengenai jalan dan cara menyusun kebijakan dan operasionalisasi organisasi untuk dapat diterima secara maksimal;c. Merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat menimbulkan penafsiran yang menyenangkan terhadap kebijaksanaan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: